Oleh: Maleaki Tipagau
Opini – Di dunia ini, tidak ada cinta yang lebih tulus selain cinta orang tua kepada anaknya. Sejak kita lahir hingga dewasa, ayah dan ibu mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan kebahagiaan mereka demi melihat anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berhasil. Mereka tidak pernah menghitung berapa banyak pengorbanan yang telah diberikan, karena bagi mereka kebahagiaan anak adalah segalanya.
Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan, mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan, lalu merawat dan membesarkan anak dengan penuh kasih sayang. Sementara ayah bekerja keras tanpa mengenal lelah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Terkadang pengorbanan mereka tidak terlihat, namun sesungguhnya itulah bentuk cinta yang paling besar dalam kehidupan manusia.
Di era modern saat ini, banyak anak yang tanpa sadar mulai melupakan jasa orang tua. Kesibukan, pergaulan, dan tuntutan hidup sering membuat kita lupa untuk sekadar bertanya kabar, memberikan perhatian, atau mengucapkan terima kasih kepada mereka.
Padahal, satu senyuman dari anak dapat menjadi kebahagiaan yang tak ternilai bagi seorang ayah dan ibu.
Bagi mereka yang masih memiliki kedua orang tua, manfaatkanlah waktu untuk berbakti dan membahagiakan mereka. Jangan menunggu sampai kehilangan baru menyadari betapa berharganya kehadiran mereka.
Harta, jabatan, dan kesuksesan tidak akan pernah mampu menggantikan kasih sayang orang tua yang telah diberikan sejak kita kecil.
Sebagai seorang anak, kita hanya bisa berusaha membalas kebaikan mereka dengan menghormati, menyayangi, dan mendoakan mereka setiap hari. Jika pernah menyakiti hati mereka, segeralah meminta maaf. Sebab ridha orang tua adalah salah satu jalan menuju keberkahan hidup.
Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan kepada seluruh ayah dan ibu di mana pun berada. Dan bagi orang tua yang telah lebih dahulu berpulang, semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Karena sesungguhnya, cinta orang tua adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia.
Opini ini lebih ringkas, menyentuh, dan layak dimuat di media atau majalah sebagai tulisan reflektif tentang bakti kepada orang tua.











