PIDIE – Kebakaran satu unit rumah milik Rukiah di Gampong Mee Hagu, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah. Camat Peukan Baro, Iswadi, S.Hi., meminta instansi terkait segera mengambil langkah konkret menyikapi kondisi anak kandung pemilik rumah yang diduga terlibat dalam kebakaran tersebut. Sabtu (31/10/2026),

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, diduga melibatkan Sofyan, yang berdasarkan laporan pihak kecamatan memiliki riwayat penanganan gangguan kesehatan jiwa dan beberapa kali mendapatkan pelayanan dari Puskesmas Peukan Baro.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.15 WIB setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, dibantu masyarakat setempat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Kondisi ini menjadi perhatian karena lokasi rumah yang terbakar berdekatan dengan permukiman warga sehingga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat apabila api tidak segera dikendalikan.

Keluarga Tidak Mendampingi, Warga Mulai Khawatir, Persoalan semakin kompleks karena saat kejadian tidak ada anggota keluarga yang berada di lokasi. Berdasarkan informasi yang diterima pihak kecamatan, orang tua Sofyan berada di Idi, adiknya di Langsa, sementara anggota keluarga lainnya berada di Sabang.

Selama ini masyarakat setempat telah berupaya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memberikan makanan. Namun, menurut laporan warga, bantuan tersebut terkadang ditolak.

Kekhawatiran masyarakat juga meningkat setelah muncul laporan bahwa pada malam sebelum kebakaran, Sofyan terlihat membawa sebilah parang dan berjalan di kawasan Bambi.

Informasi tersebut perlu mendapat perhatian serius serta verifikasi pihak berwenang, mengingat keselamatan yang bersangkutan dan masyarakat sekitar harus sama-sama dilindungi.

Camat Minta Penanganan Terpadu, Menyikapi kondisi tersebut, Iswadi meminta Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Puskesmas Peukan Baro, serta instansi terkait segera berkoordinasi melakukan pemeriksaan dan penanganan medis maupun sosial sesuai prosedur.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga memastikan adanya pendampingan, pelayanan kesehatan, serta solusi berkelanjutan dengan melibatkan pihak keluarga.

Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Peristiwa kebakaran yang telah terjadi harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terulang.

Jangan Menunggu Kejadian Lebih Fatal, Kejadian di Gampong Mee Hagu menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan jiwa membutuhkan perhatian serius dan penanganan yang manusiawi. Masyarakat tidak bisa terus dibebani tanggung jawab tanpa dukungan tenaga profesional dan pemerintah.

Di satu sisi, hak Sofyan untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan pendampingan harus dipenuhi. Di sisi lain, keamanan serta ketenangan masyarakat sekitar juga wajib menjadi perhatian.

Kini, langkah nyata pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Koordinasi lintas instansi, keterlibatan keluarga, dan penanganan profesional harus segera diwujudkan sebelum persoalan berkembang menjadi kejadian yang lebih serius.

Jangan menunggu jatuhnya korban baru semua pihak bergerak. Keselamatan warga dan perlindungan terhadap orang yang membutuhkan penanganan harus menjadi prioritas bersama.